Mengapa kamu menunda-nunda (bukan karena malas)
Kalau kamu mencari cara mengatasi prokrastinasi, mulailah dari sini: kemungkinan besar kamu tidak malas. Orang malas memang tidak ingin mengerjakan tugasnya. Orang yang menunda-nunda biasanya ingin mengerjakannya, dan merasa bersalah selama menundanya.
Kamu juga jauh dari sendirian. Sebuah tinjauan yang banyak dikutip di Psychological Bulletin mencatat perkiraan bahwa 80–95% mahasiswa melakukan prokrastinasi, dan bahwa prokrastinasi memengaruhi sekitar 15–20% orang dewasa secara kronis.1 Tinjauan yang sama menggabungkan 691 korelasi dan menemukan bahwa prediktor terkuat dan paling konsisten adalah tugas yang tidak menyenangkan, jarak waktu hingga hasil tugas terasa, efikasi diri, dan impulsivitas, ditambah sifat teliti (conscientiousness) beserta aspek-aspeknya seperti kontrol diri dan mudah teralihkan.1
Prediktor pertama itulah kuncinya. Peneliti Fuschia Sirois dan Timothy Pychyl berpendapat bahwa prokrastinasi “sangat berkaitan dengan perbaikan suasana hati jangka pendek dan regulasi emosi”.2 Sebuah tugas terasa membosankan, membingungkan, atau mengancam, jadi kamu kabur ke sesuatu yang terasa lebih enak saat ini juga. Tagihannya jatuh ke dirimu di masa depan, yang mewarisi tugas yang sama dengan waktu yang lebih sedikit.2
Harga yang kamu bayar karena menunda
Lega sesaat punya harga jangka panjang. Sebuah studi kohort mengikuti 3.525 mahasiswa di Swedia dan melihat kesehatan mereka 9 bulan kemudian.3 Setelah mengendalikan banyak faktor pengganggu yang mungkin, tingkat prokrastinasi yang lebih tinggi berhubungan dengan lebih banyak gejala depresi, kecemasan, dan stres, serta kualitas tidur yang buruk, kurang aktif secara fisik, kesepian, dan kesulitan ekonomi saat pengukuran lanjutan.3
Sebuah meta-analisis tahun 2026 terhadap 36 sampel potong lintang (N = 8.603) menemukan bahwa prokrastinasi sebagai sifat berhubungan dengan kesehatan yang dinilai sendiri lebih buruk (rrata-rata = 0,21), hubungan yang sebagian dijelaskan oleh tingkat stres yang lebih tinggi.4
Ini adalah hubungan, bukan bukti bahwa prokrastinasi menyebabkan kesehatan buruk. Tetapi ini alasan yang baik untuk memperlakukan kebiasaan menunda yang kronis sebagai sesuatu yang layak diperbaiki, dengan lembut, bukan sekadar bahan bercanda.
Cara mengatasi prokrastinasi: 5 cara untuk mulai
Sebagian besar prokrastinasi terjadi di beberapa menit pertama, saat kamu memutuskan mau mulai atau tidak. Lima teknik ini menyasar momen tersebut.
1. Beri nama perasaannya
Sebelum membuka tab baru, tanyakan: perasaan apa sebenarnya yang tidak ingin aku rasakan? Bosan, bingung harus mulai dari mana, takut hasilnya kurang bagus? Memberi nama mengubah rasa enggan yang samar menjadi masalah spesifik yang bisa dipecahkan, misalnya “aku tidak tahu langkah pertamanya”.
2. Perkecil langkah pertama
Buat tindakan pertama sekecil mungkin sampai terasa hampir konyol: buka dokumen dan tulis satu kalimat jelek, pakai sepatu lari, balas satu email. Kamu tidak berjanji untuk menyelesaikan, hanya untuk memulai. Begitu mulai, tugasnya biasanya tidak seberat yang ada di kepalamu.
3. Tulis rencana jika–maka
Implementation intention (niat implementasi) merinci kapan, di mana, dan bagaimana kamu akan bertindak: “Jika sudah pukul 09.00 dan kopiku sudah siap, maka aku akan membuka laporan dan menulis paragraf pertama.” Sebuah meta-analisis terhadap 94 pengujian independen menemukan bahwa niat implementasi punya efek positif berukuran sedang hingga besar (d = 0,65) terhadap pencapaian tujuan.5 Rencana ini membantu orang memulai usaha menuju tujuan dan melindungi tujuan yang sedang berjalan dari pengaruh yang tidak diinginkan, tepat di titik yang sulit bagi orang yang suka menunda.5
4. Hilangkan hambatan (dan tambahkan hambatan pada gangguan)
Jadikan tindakan yang benar sebagai tindakan yang mudah. Biarkan buku terbuka di meja, taruh file di layar utama, siapkan tas olahraga sejak malam sebelumnya. Lalu tambahkan hambatan pada jalan pelarian: taruh HP di ruangan lain, keluar dari akun media sosial, tutup semua tab yang tidak perlu.
5. Masukkan ke kalender
“Kapan-kapan minggu ini” adalah undangan terbuka untuk menunda. Beri tugas itu slot waktu dan durasi yang spesifik, misalnya 25 menit hari Selasa pukul 10.00. Slot waktu yang tetap adalah rencana jika–maka yang sudah jadi: waktunya sendiri menjadi pemicu.
4 cara untuk terus jalan setelah tergelincir
Memulai sekali itu bagus. Tidak jatuh kembali ke pola lama itulah yang mengubah keadaan.
6. Maafkan dirimu untuk kemarin
Kedengarannya lembek, tetapi ada buktinya. Dalam studi terhadap mahasiswa tahun pertama yang diteliti menjelang dua putaran ujian tengah semester, mereka yang memaafkan diri sendiri karena menunda sebelum ujian pertama lebih sedikit menunda sebelum ujian berikutnya.6 Efeknya bekerja lewat suasana hati: memaafkan diri berkaitan dengan afek negatif yang lebih rendah, yang pada gilirannya berkaitan dengan lebih sedikit penundaan.6 Perlu dicatat ini studi korelasional pada satu kelompok mahasiswa, tetapi hasilnya sejalan dengan gambaran perbaikan suasana hati: jika rasa bersalah yang kamu hindari, mengurangi rasa bersalah akan membantu.
7. Catat apa yang benar-benar kamu kerjakan
Melihat progresmu mencegah tugas hilang dari pandangan. Sebuah meta-analisis terhadap 138 studi (N = 19.951) menemukan bahwa intervensi yang meningkatkan pemantauan progres mendorong pencapaian tujuan (d+ = 0,40), dengan efek lebih besar jika informasinya dicatat secara fisik.7 Satu centang sederhana setiap hari pun sudah dihitung.
8. Buat dirimu di masa depan terasa nyata
Prokrastinasi menukar kesejahteraan dirimu di masa depan dengan kelegaan saat ini.2 Sebelum menunda, bayangkan besok malam secara konkret: tugas yang sama, waktu lebih sedikit, stres lebih banyak. Lalu tanyakan langkah kecil apa yang bisa dilakukan dirimu hari ini sebagai bantuan untuk orang itu.
9. Cari bantuan terstruktur jika sudah kronis
Jika kebiasaan menunda menimbulkan tekanan yang nyata, dukungan terstruktur terbukti membantu. Dalam uji acak terkontrol dengan 150 peserta, terapi kognitif-perilaku berbasis internet mengurangi prokrastinasi dibanding daftar tunggu, dengan ukuran efek sedang baik untuk swabantu yang didampingi maupun tidak (misalnya Cohen's d = 0,70 dan d = 0,50 pada Pure Procrastination Scale).8 Tidak ada format yang lebih unggul dari yang lain.8 Terapis atau program berbasis CBT layak dipertimbangkan jika prokrastinasi disertai suasana hati murung atau kecemasan yang menetap.
Lakukan ini hari ini: rencana 10 menit
- Pilih satu tugas yang selama ini kamu hindari. Satu saja.
- Beri nama perasaan di balik penundaan itu dalam beberapa kata.
- Tulis langkah pertama terkecil, sesuatu yang bisa selesai dalam 2–5 menit.
- Tulis rencana jika–maka: “Jika sudah pukul [jam] dan aku sedang di [tempat], maka aku akan [langkah pertama].”
- Singkirkan satu gangguan untuk slot waktu itu: HP di ruangan lain, media sosial ditutup.
- Lakukan langkahnya dan tandai selesai. Kalau tergelincir, maafkan dirimu dan susun rencana jika–maka berikutnya.
Pertanyaan umum
Apakah prokrastinasi sama dengan malas?
Tidak. Malas adalah keengganan untuk bertindak, sedangkan orang yang menunda biasanya berniat bertindak dan merasa bersalah karena menunda. Riset menggambarkan prokrastinasi sebagai kegagalan regulasi diri yang erat kaitannya dengan perbaikan suasana hati jangka pendek.
Apa cara tercepat berhenti menunda-nunda sekarang juga?
Perkecil tugasnya menjadi langkah pertama yang bisa selesai dalam beberapa menit, singkirkan gangguan terdekat, dan mulai sesi singkat dengan timer. Memulai biasanya terasa lebih mudah daripada yang dibayangkan.
Apakah keras pada diri sendiri membantu mengurangi kebiasaan menunda?
Bukti menunjukkan sebaliknya. Dalam studi terhadap mahasiswa, mereka yang memaafkan diri karena menunda sebelum satu ujian lebih sedikit menunda sebelum ujian berikutnya, sebagian karena mereka merasakan lebih sedikit emosi negatif.
Kapan aku perlu bantuan profesional untuk prokrastinasi?
Jika prokrastinasi menimbulkan tekanan yang terus-menerus atau disertai suasana hati murung atau kecemasan yang menetap, bicarakan dengan tenaga profesional. Terapi kognitif-perilaku, termasuk program berbasis internet, terbukti mengurangi prokrastinasi dalam sebuah uji acak.
Sumber
Semua angka dalam artikel ini berasal dari studi di bawah. Ketuk nomor di teks untuk melihat sumbernya.
- Steel, P. (2007). The nature of procrastination: A meta-analytic and theoretical review of quintessential self-regulatory failure. Psychological Bulletin, 133(1), 65–94. doi.org/10.1037/0033-2909.133.1.65
- Sirois, F., & Pychyl, T. (2013). Procrastination and the priority of short-term mood regulation: Consequences for future self. Social and Personality Psychology Compass, 7(2), 115–127. doi.org/10.1111/spc3.12011
- Johansson, F., Rozental, A., Edlund, K., Côté, P., Sundberg, T., Onell, C., Rudman, A., & Skillgate, E. (2023). Associations between procrastination and subsequent health outcomes among university students in Sweden. JAMA Network Open, 6(1), e2249346. doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2022.49346
- Sirois, F. M., & Monaghan, C. (2026). Procrastination, stress, and self-rated health: A multi-sample meta-analysis. British Journal of Health Psychology, 31(3), e70099. doi.org/10.1111/bjhp.70099
- Gollwitzer, P. M., & Sheeran, P. (2006). Implementation intentions and goal achievement: A meta-analysis of effects and processes. Advances in Experimental Social Psychology, 38, 69–119. doi.org/10.1016/S0065-2601(06)38002-1
- Wohl, M. J. A., Pychyl, T. A., & Bennett, S. H. (2010). I forgive myself, now I can study: How self-forgiveness for procrastinating can reduce future procrastination. Personality and Individual Differences, 48(7), 803–808. doi.org/10.1016/j.paid.2010.01.029
- Harkin, B., Webb, T. L., Chang, B. P., Prestwich, A., Conner, M., Kellar, I., Benn, Y., & Sheeran, P. (2016). Does monitoring goal progress promote goal attainment? A meta-analysis of the experimental evidence. Psychological Bulletin, 142(2), 198–229. doi.org/10.1037/bul0000025
- Rozental, A., Forsell, E., Svensson, A., Andersson, G., & Carlbring, P. (2015). Internet-based cognitive-behavior therapy for procrastination: A randomized controlled trial. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 83(4), 808–824. doi.org/10.1037/ccp0000023
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan nasihat medis.
Jadikan memulai bagian yang mudah
Dotday adalah habit tracker gratis untuk Android dengan pengingat, check-in sekali ketuk, dan streak yang pemaaf, jadi tergelincir hanyalah jeda, bukan reset.